Membalas Curhatanmu >>>
Salam semangat dan senyum lebar untuk kalian, siswa kelas XI
yang luar biasa (dan kadang biasa di luar)!
Pertama, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih setulus-tulusnya
atas curahan hati yang kalian tulis. Sungguh, saya membacanya satu per satu dengan
mata terbuka, pikiran terbuka, ditemani secangkir kopi di tangan (ya, karena membaca
curhatan sambil ngopi itu kombinasi yang mantap).
Kalian benar-benar jujur dalam menyampaikan pendapat dan itu luar biasa. Kadang bahasanya halus, kadang seperti ngasih tamparan pakai bantal: empuk tapi berasa. Tapi yang paling penting, semuanya disampaikan dengan sopan dan penuh perhatian. Itu tandanya kalian bukan hanya tumbuh tinggi (terutama yang duduk paling belakang), tapi juga tumbuh dewasa.
Ada komentar yang bikin saya senyum-senyum sendiri, ada juga
yang bikin saya mikir keras, sekeras suara sound horeeeeg. Tapi sungguh, tak
ada satu pun yang saya anggap remeh. Semua masukan kalian adalah vitamin bagi
jiwa seorang guru kadang pahit, tapi bikin sehat.
Tenang, saya tidak tersinggung. Tidak merasa diserang. Tidak
baper. (Saya simpan baper saya khusus untuk nonton film India.) Justru saya
bersyukur. Karena masukan kalian mengingatkan saya bahwa kelas bukan hanya
tempat saya ceramah dan kalian pura-pura nyimak sambil main HP. Kelas adalah
tempat kita tumbuh bersama dalam kejujuran, tawa, dan sesekali ngantuk
berjamaah.
Saya tahu, saya bukan guru sempurna. Kalau saya sempurna,
mungkin sekarang saya jadi personil Band Andra and The Backbone. Tapi saya guru
yang (sedikit) mau belajar. Dan kalian, lewat komentar-komentar yang jenaka,
tajam, dan kadang nyeleneh itu, sudah membantu saya melihat hal-hal yang selama
ini mungkin saya abaikan.
Saya sudah rangkum beberapa komentar yang sering muncul, dan
setelah ini, saya akan kasih tanggapan satu per satu. Bukan untuk membela diri
(walau kadang ingin), tapi supaya kita bisa berdialog. Biar kalian tahu: saya
dengar, saya catat, dan saya usahakan berubah. Tapi kalau minta nilai dinaikkan
tanpa usaha atau minta pulang cepet… hmmm, mari kita renungkan bersama.
Terima kasih sudah berani bersuara.
Terima kasih sudah nggak cuma diam dan pasrah.
Dan terima kasih karena sudah jadi pengingat yang lembut
(kadang geli juga bacanya), bahwa jadi guru itu bukan akhir dari belajar, tapi
justru titik awal untuk terus berkembang bareng kalian.
Mari kita jaga kelas ini jadi tempat yang saling mendukung, penuh tawa, saling pengertian, dan sedikit drama
(biar seru dikit).
Dengan penuh semangat dan sedikit keringat (karena ngetik
panjang),
Trio Agustin
Reviewed by Trio Agoestin
on
Agustus 03, 2025
Rating: 5
