Aku Bertanya Kepada Nada (Puisi)
Aku Bertanya Kepada Nada
Oleh: Trio Agustin
Ketika kulihat bibir senar yang
bergetar
Tak kala seperti alunan gitar,
membius siapapun yang mendengar
Petikannmu diruang kosong menggema
seperti perkataan mama
Senarmu berawal besaran dan
berakhiran kecil seolah tak ada sekat namun semua terpikat
Gitarmu itu senarnya kriting tetapi
kenapa kok suaramu nyaring
Nada-nada indah bertaburan disaat
jadwal dipentaskan
Dikala suasana aman kau petik
menimbulkan rasa nyaman
Tetapi disaat genting kau kendorkan mereka
yang sinting
Sebaliknya, disaat suasana tenang kau
putar dengan riang
Pagelaran kau menyesuaikan
Saat yang hadir berpakaian jas kau berirama
jes
Saat yang hadir berpakaian seadanya
suara akustik menentramkan
Kau tahu kapan harus jreng, jring,
jrung dan jrang
Sebenarnya gitar jenis apa ini..?
Mendayung-ndayung seratus telinga
terlampaui
Akupun mencari-cari
Sialnya, gitar ini tak dipasarkan
Jikapun aku temukan, itu hanya gitar
loakan yang berbunyi tak berirama
Mengaku-ngaku suaranya nyaring
padahal garing
Membuat telinga mereka bising
Dimanakah aku harus mencari?
Apakah di pasar layar televisi yang
mengejar popularisasi, sehingga banyak dimanipulasi oleh kepentingan pribadi
Oh…Tuhanku…!
Temukanlah aku dengan gitarku, aku
ingin menjadi manusia, aku sudah terlalu hina
Terlalu banyak kebencian yang kuperlihatkan
Terlalu banyak caci yang aku utarakan
Aku rindu alunanmu…
Akupun bertanya kepada nada kejujuran
Dimanakah gitarku...............?
Nada pun berkata:
Gitarmu itu berjalan ke pelosok-pelosok
negeri!
Menyemai panggung-panggung damai,
tanpa haus panggung yang ramai.
Menebar nada menyejukan
Menyebar nada kemanusiaan
Menyuburkan spiritualitas
Itulah gitar yang sesungguhnya.
Gombong, 15 Oktober 2018
Tidak ada komentar: